Bangunan Hidup

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling saya rindukan, bahkan sampai saat ini saya begitu bersemangat saat melihat anak-anak bermain dengan begitu semangat. Bukan itu saja, semasa anak-anak, kita adalah makhluk yang paling jujur, mudah marah, terus terang, tidak malu-malu dan juga pasti mudah untuk memaafkan. Namun masa kanak-kanak adalah masa dimana suatu karakter dibangun, tidak sedikit dari kita yang punya pengalaman yang kurang mengenakkan diwaktu masa kanak-kanak bahkan itu mempengaruhi kehidupan atau karakter kita ketika sudah dewasa.

Hari ini saya belajar sedikit tentang anak, dimana anak ibarat sebuah bangunan yang hidup. Ibarat sebuah bangunan, bagunan itu akan kokoh jika pondasi dan penyusunan bahan-bahan bangunan tersebut tersusun rapi, dan sebaliknya jika pondasinya saja tidak kuat dan waktu pembangunan tidak tersusun rapi hingga menimbulkan lubang-lubang maka otomasit bangunan itu juga akan rapuh. Demikian juga seorang anak, ada banyak sekali celah bagi kita yang dewasa untuk membentuk lubang-lubang dalam dirinya, dan ada juga banyak celah bagi kita untuk menutupi setiap lubang yang sudah terbentuk sebelumnya.

Sebenarnya banyak hal yang perlu diperhatikan untuk memperkokoh bangunan tersebut. Bagaimana kita berbicara, bertindak bahkan memperlakukan bangunan tersebut. Karena jika salah maka akan membentuk lubang-lubang kecil yang mungkin sekali akan semakin membesar. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian setiap prosesnya sedemikian rupa untuk menjaga dan membentuknya. 

Melayani anak adalah salah satu pelayanan yang penting, karena didalamnya ada proses dan dampak yang panjang baik itu bagi sianak sendiri, bagi keluarga dan bahkan bagi hal yang lebih besar lagi, karena anak adalah pengenapan janjiNya. jadi sebgai orang yangg telah dewasa seharusnya kita harus lebih memperhatikan laku kita terhadap anak-anak.

Namun hal ini juga tidak menutup kemungkinan bagi kita yang sudah dewasa, ada juga kalanya kita membentuk lubang dalam bangunan kita sendiri dan pada akhirnya harus kita juga yang menutup lubang itu sendiri.

"Waspadalah, karena ada banyak celah yang memungkinkan kita membentuk lobang lobang kecil didalam bangunan kita sendiri" 

Semangat malam

Komentar